duhai kekasihku yang aku cintai
ketika aku dilahirkan dari rahim ibuku
ketika itu pula separuh nyawaku sedang
berada pada genggaman Tuhan
dan, ketika aku lahir, ketika itu pula suara
tangisku, ialah nyanyian paling merdu di telinganya
rasa bangga, rasa aman di dalam dirinya
bahwa di hari tuanya kelak,
akulah orang yang akan menjaganya
aku dibesarkan dengan cinta, keringat,
pengorbanan dan air mata
ia rela menggadaikan sisa hartanya,
ia rela melakukan apa saja,
jika itu, ialah untuk aku
dengan begitu kekasihku, kau pasti sudah paham,
berapa besar cintanya kepadaku
dengan begitu kau pasti paham,
bagaimana ia menjaga air mataku
ia yang mengenalkan aku kepada kebahagiaan
sebelum aku minta, ia sudah lebih dulu memberi
sebelum aku bersedih, ia sudah lebih dulu menangis
sebelum aku berdoa, ia sudah lebih dulu berdoa kepada-Nya
engkau tahu kekasihku
dalam doa-doaku yang slalu aku bincangkan
sebelum bertemu denganmu?
"Tuhan, cintakan aku kepada seseorang yang begitu
cintanya ia kepada ibuku, agar aku mencintainya
lebih lama dari selamanya"
mungkin kita ialah sepasang kekasih
yang tidak sengaja di pertemukan
tetapi aku percaya, ibuku juga mendoakan seperti doaku
dan diijabkan oleh Tuhan
hingga membuat aku percaya
"jika luka bagian dari kesedihan, berarti mencintaimu
satu-satunya alasan aku menerjemahkan kebahagiaan"
cintailah ibuku
dengan begitu kau akan mencintai kesedihanku,
sebahagiaanya engkau mencintai ibumu
cintailah ibuku
dengan begitu kau akan tahu
seberapa tabahnya aku mencintai kesedihanmu
cintailah ibuku kekasihku
dari sanalah aku melihat ketulusan
aku merasakan kesetiaan
Malaikat Tak Bersayap
No comments:
Post a Comment