Sunday, June 29, 2014

teriakan hati

Malam ini terasa begitu sunyi bagiku
Sunyi yang perlahan menjadi sebuah kesepian
Ya...sebuah kesepian

Malam yang seharusnya aku berkumpul bersama keluargaku
Melewati malam ramadhan ini
Menjadi kesendirian yang menyedihkan
Kesendirian yang membuat air mata ini jatuh membasahi pipiku

Air mata yang menandakan
Betapa rapuhnya aku
Aku tak mampu berdiri sendiri
Aku tak mampu menahan rasa rinduku ini
Rasa rindu mendalam yang berkelebat didadaku

Dadaku sesak..
Hatiku terus berteriak..
"aku ingin pulang"
"aku ingin berkumpul bersama keluarga ku"
"aku rindu mereka"
"aku rindu mama"
"aku rindu papa"
"aku rindu kedua kakakku"
"aku ingin pulang"
"aku ingin pulang ma..pa.."
"aku rindu tawa kalian"
"aku rindu pelukan kalian"
"aku rindu bercerita dengan kalian"
"aku rindu..aku rindu semua tentang kalian"

Hati ini terus berteriak
Rasa sakit, amarah, kekesalan dan sedih
Bercampur menjadi satu

Disaat kalian bertanya padaku
"kapan kamu pulang?"
Aku hanya bisa menjawab
"dedek ga tau ma..dedek ga tau"
Jawaban yang aku sendiri marah untuk menjawabnya
Jawaban yang membuat kalian kecewa

Disaat kalian menungguku pulang
Aku malah memberikan ketidakpastian kepada kalian

Aku marah sama diriku sendiri
Sekarang, aku harus bagaimana?
Berapa lama lagi aku harus memendam kerinduan ini?
Berapa lama?

Aku sangay ingin pulang
Tapi keadaan yang memaksaku untuk tetap disini
Keadaan yang sebenarnya aku sendiri.......
Ah sudahlah

Mungkin ini resiko yang harus aku lewati dan lalui
Resiko yang sebenarnya Ku sendiri tak kuat melewatinya
Karena terkadang
Rasa sepi dan rasa rindu itulah
Yang membuatku berat melaluinya


A. | anjar

Tuesday, June 3, 2014

mungkin aku terlalu banyak berharap

mungkin aku terlalu berharap banyak
rasanya semua ini terjadi begitu cepat

kita berkenalan
lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh
setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama

kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku
hitam dan putih menjadi lebih berwarna
ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong dihatiku

tak ada lagi percakapan yang biasa
seakan-akan semuanya terasa begitu ajaib dan luar biasa

entahlah
perasaan ini tumbuh melebihi batas yang ku tau
aku menjadi takut kehilanganmu
siksaan datang bertubi-tubi ketika tubuhmu tak berada di sampingku
kamu seperti mengendalikan otak dan hatiku

ada sebab yang tak ku mengerti sedetikpun
aku sulit jauh darimu
aku mebutuhkanmu seperti aku butuh udara
nafasku akan tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mata

salahkah jika kamu selalu ku nomer satukan?
tapi entah mengapa sikapmu tak seperti sikapku
perhatianmu tak sedalam perhatianku
tatapanmu tak setajam tatapan mataku

adakah kesalahan diantara aku dan kamu?
apakah kamu tak merasakan yang juga aku rasakan?

mungkin kamu belum terlalu paham dengan perasaanku
karena kamu tak pernah sibuk memikirkan ku

berdosakah jika aku sering menjatuhkan air mata untukmu?
aku selalu kehilangan kamu
dan kamu juga selalu pergi tanpa meminta izin

meminta izin?
memangnya aku siapa?
kekasihmu?

bodoh.. tolol...
hadir dalam mimpimupun aku sudah bersyukur
apalagi bisa menjadi milikmu seutuhnya

mungkinkah..
janjimu terlalu banyak
hingga aku lupa menghitung yang mana saja belum kamu tepati

itu sering kamu menyakiti
tapi ku maafkan lagi berkali-kali

lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu
pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus
namun kau hempaskan dengan begitu bulus

seberapa tidak pentingkah aku?
apakah aku hanya persimpangan jalan yang selalu kau abaikan juga kau tinggalkan?
apakah aku tak berharga dimatamu?
apakah aku hanya boneka yang selalu ikut aturanmu?
dimana hatimu?

siapakah orang yang telah beruntung
karena telah memiliki hatimu

mungkin..
semua memang salahku
yang anggap semuanya berubah sesuai keinginanku
yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman

salahkah jika perasaanku tumbuh melebihi batas kewajaran?
aku mencintaimu tidak hanya sebagai teman
tapi juga sebagai seseorang yang begitu bernilai dalam hidupku
namun semua jauh dari harapku selama ini

mungkin aku terlalu banyak berharap
dan pasti kamu tak sadar jika aku berbohong
aku bisa begitu mudah melupakanmu

menjauhlah..
aku ingin dekat-dekat dengan kesepian


dwitasari