Dalam gelap kehampaan malam..
Dan diselimuti awan hitam
Ku terjebak ditengah kabut kelam
Ku menghilang dalam bayang
Teriakan dalam kesendirian
Diatas puncak labirin kesunyian
Gemuruh jerit keputusasaan
Bagai nyanyian pengiring kematian
Rembulan tinggalkanku sendiri
Sang bintangpun lari bersembunyi
Sejenak ku pejamkan mata ini
Hingga tercipta bahasa sunyi
Dalam jiwa yang sunyi
Dalam hening suara hati
Kudapati kini hanya ada sendiri
Dan puisi ini tak lagi berikan arti
Saturday, February 15, 2014
Wednesday, February 12, 2014
kesepian adalah aku, kesendirian adalah aku
Ada kalanya kesendirian itu meneduhkan
Ada kalanya kesendirian adalah suatu pilihan atau bahkan pelarian
Ada juga kesendirian yang dibuahkan oleh keadaan
Malam ini pengembara jiwa ini sedang tidak ingin sendiri
Lelah sudah hanya berteman harap yang sayangnya hanya sejauh mimpi
Raga ini inginkan seseorang untuk berbagi,
Tempat muntahkan semua rasa yang menggerogoti isi kepala
Jiwa ini rindukan hati untuk berlabuh
Tempat menambatkan segala asa yang inginnya menjadi nyata
Harus sejauh mana kaki ini harus menapak?
Berapa lama lagi harus melangkah dalam kegelapan dan meraba dalam keraguan?
Kemana perginya pelita yang dulu sempat menjadi penerang jiwa?
Mengapa seakan jalan ini tak berujung, dan
Semakin menyeretku kedalam penantian panjang akan arah dan tujuan?
Kemana pengembara ini harus mengakhiri pencariannya?
Wahai pemilik kehidupan
Jangan biarkan pengembara ini kembali tersesat dalam rasa kehilangan yang mematikan
Dan jangan biarkan rasa sakit menjadi kesudahannya
Awal, akhir..
Tawa, tangis..
Cinta, benci..
Isi, kosong..
Benar, salah..
Banyak pergulatan, pertentangan, penyangkalan dan berakhir dengan penyesalan
F.R
Ada kalanya kesendirian adalah suatu pilihan atau bahkan pelarian
Ada juga kesendirian yang dibuahkan oleh keadaan
Malam ini pengembara jiwa ini sedang tidak ingin sendiri
Lelah sudah hanya berteman harap yang sayangnya hanya sejauh mimpi
Raga ini inginkan seseorang untuk berbagi,
Tempat muntahkan semua rasa yang menggerogoti isi kepala
Jiwa ini rindukan hati untuk berlabuh
Tempat menambatkan segala asa yang inginnya menjadi nyata
Harus sejauh mana kaki ini harus menapak?
Berapa lama lagi harus melangkah dalam kegelapan dan meraba dalam keraguan?
Kemana perginya pelita yang dulu sempat menjadi penerang jiwa?
Mengapa seakan jalan ini tak berujung, dan
Semakin menyeretku kedalam penantian panjang akan arah dan tujuan?
Kemana pengembara ini harus mengakhiri pencariannya?
Wahai pemilik kehidupan
Jangan biarkan pengembara ini kembali tersesat dalam rasa kehilangan yang mematikan
Dan jangan biarkan rasa sakit menjadi kesudahannya
Awal, akhir..
Tawa, tangis..
Cinta, benci..
Isi, kosong..
Benar, salah..
Banyak pergulatan, pertentangan, penyangkalan dan berakhir dengan penyesalan
F.R
Tuesday, February 11, 2014
terjebak kesunyian (hampa)
Aku terdiam diruangan kosong ini
Gelap....
Hampa...
Yang ada hanya kesunyian
Aku mencoba berlari
berlari kesana kesini
Mencari pintu keluar
Tapi yang kudapat hanya ruang2 kosong lainnya
Tak ada pintu keluar
Aku menangis..
Aku takut..
Ruang itu semakin gelap..
Semakin hampa...
Dan kesunyian ini semakin merajalela
Aku berlari lagi
Berlari...
Dan terus berlari..
Tapi aku tak dapat menemukan pintu keluar itu
Ketakutanku semakin menjadi
Ruangan ini semakin sunyi
Bahkan tiupan anginpun enggan memasuki ruangan ini
Tangisankupun semakin menjadi
Takut..
Aku sendirian disini
Aku kesepian
Aku terjebak diruangan kosong ini
Dimana hanya ada aku dan kehampaan
Ya kehampaan, kesunyian
Tak ada yang tau betapa takutnya aku
Yang mereka tau, aku selalu tersenyum bahagia
Selalu mendapatkan apa yang aku inginkan
Tanpa mereka tau bahwa aku itu rapuh
Mungkin aku sudah terjebak didalam ruangan kosong ini
Tapi aku akan menunggu
Sampai ada seseorang yang mengeluarkanku dari ruangan kosong ini
A. | anjar
Gelap....
Hampa...
Yang ada hanya kesunyian
Aku mencoba berlari
berlari kesana kesini
Mencari pintu keluar
Tapi yang kudapat hanya ruang2 kosong lainnya
Tak ada pintu keluar
Aku menangis..
Aku takut..
Ruang itu semakin gelap..
Semakin hampa...
Dan kesunyian ini semakin merajalela
Aku berlari lagi
Berlari...
Dan terus berlari..
Tapi aku tak dapat menemukan pintu keluar itu
Ketakutanku semakin menjadi
Ruangan ini semakin sunyi
Bahkan tiupan anginpun enggan memasuki ruangan ini
Tangisankupun semakin menjadi
Takut..
Aku sendirian disini
Aku kesepian
Aku terjebak diruangan kosong ini
Dimana hanya ada aku dan kehampaan
Ya kehampaan, kesunyian
Tak ada yang tau betapa takutnya aku
Yang mereka tau, aku selalu tersenyum bahagia
Selalu mendapatkan apa yang aku inginkan
Tanpa mereka tau bahwa aku itu rapuh
Mungkin aku sudah terjebak didalam ruangan kosong ini
Tapi aku akan menunggu
Sampai ada seseorang yang mengeluarkanku dari ruangan kosong ini
A. | anjar
@triesanjarsari
Subscribe to:
Posts (Atom)