disuatu pagi, aku terbangun dengan wajah yang masih mengantuk
teringat akan sebuah mimpi, yang begitu kelam dan suram
mimpi yang membuat aku takut untuk tertidur dan mengalaminya lagi
akupun masih terpaku di atas tempat tidurku
dengan langkah kecil yang mengajakku kesudut jendela
kuhirup segarnya udara pagi dan kurasakan terpaan sinar mentari
yang menerpa wajahku dan seolah-olah "Dia" mengucapkan selamat pagi
akupun menyambutnya dengan sebuah senyuman kecil
namun......
aku masih teringat sebuah kalimat
"kamu ni sombong, berubah, tidak seperti dulu"
tapi aku tidak merasakan hal yang berbeda dari diriku
setelah kamu tidak ada didekatku, aku merasa lebih baik
lalu aku melihat sesosok sahabat sejati dibalik layar 2 dimensi
dengan berwajah bingung dia bertanya kepadaku
kenapa pagi yang begitu indah kamu sambut dengan wajah yang begitu buruk
lalu aku menatapnya dan berkata
"Aku" bukanlah yang dulu
dan Dia menjawab
"apa yang berbeda? coba lihat dirimu...
kamu masih seperti dulu"
ya....
yang "dia" lihat memang masih "aku" yang dulu...
tapi "dia" tidak akan pernah mlihat jauh ke dasar hatiku....
"dia" hanya sebatas replika semata....
tidak pernah merasakan sakit yang ku rasakan
tidak pernah mengalami hal yang begitu pahit....
tapi....
"dia" ikut merasakannya....
"dia" seakan akan tidak pernah mau melihatku terluka sendiri...
kau ingin selalu menemaniku,,,,
satu alasan yang pasti....
kamu tidak pernah berjalan di sampingku,,,,
"aku" sering berdiri di depannya....
bercerita...banyak hal tentang yang ku alami...
tapi "dia" sudah tahu,,,,,
"dia" bahkan telah mengerti semuanya,,,,
aku ingin sahabat sejati seperti "dia"....
walau "dia" hanyalah sebatas cermin...
yang selalu sejalan dengan apa yang aku lakukan....
sekalipun ku teteskan air mata....
"dia" tetap mengikutinya....
saat ku tertawa....
"dia" tetap mengikutinya.....
cermin,,,,,bayangan.....
dan mimpi.....
akan selalu menjadi sahabat yang paling berarti bagiku.....
hari ini....dan selamanya....
ya....
yang "dia" lihat memang masih "aku" yang dulu...
tapi "dia" tidak akan pernah mlihat jauh ke dasar hatiku....
"dia" hanya sebatas replika semata....
tidak pernah merasakan sakit yang ku rasakan
tidak pernah mengalami hal yang begitu pahit....
tapi....
"dia" ikut merasakannya....
"dia" seakan akan tidak pernah mau melihatku terluka sendiri...
kau ingin selalu menemaniku,,,,
satu alasan yang pasti....
kamu tidak pernah berjalan di sampingku,,,,
"aku" sering berdiri di depannya....
bercerita...banyak hal tentang yang ku alami...
tapi "dia" sudah tahu,,,,,
"dia" bahkan telah mengerti semuanya,,,,
aku ingin sahabat sejati seperti "dia"....
walau "dia" hanyalah sebatas cermin...
yang selalu sejalan dengan apa yang aku lakukan....
sekalipun ku teteskan air mata....
"dia" tetap mengikutinya....
saat ku tertawa....
"dia" tetap mengikutinya.....
cermin,,,,,bayangan.....
dan mimpi.....
akan selalu menjadi sahabat yang paling berarti bagiku.....
hari ini....dan selamanya....
A. | anjar
@triesanjarsari
No comments:
Post a Comment